Untuk Sang Bulan

244 views

UNTUK SANG BULAN, sinar matahari meredup,sunyi tiada burung berceloteh, terlihat langit memerah diujung barat perlahan tersapu oleh gelap. Perlahan namun pasti bulan menampakan diri membawa cahaya melawan gelap. Cahayanya yang menyinari jiwa-jiwa hitam dalam hati, menyinari isi dunia ini.

Bulan, kulihat engkau nampak berbeda dari minggu kemarin….Yaaaah, malam ini bulan purnama. Langit tak mengganggumu,hujan tak menyakiti sinarmu. SEMPURNA. Kupandang kesempurnaanmu malam ini seorang diri. Terangilah gelap hati karna sepi, regangkanlah jiwaku dengan kelembutan sinarmu. Bulan temankanlah hati yang penuh sesak karna asmara ini,siramilah dengan kehangatan sinarmu hingga mimpi menghampiriku.

Untuk bulan,

Untukmu Sang Bulan

Bulan,inginku luahkan kesahku padamu,inginku robek kumpulan keluhku, berharap sinarmu dapat menghapus sakit perihnya perasaan yang tergulung. Ingin diri ini sepertimu, tetap menghangatkan dan memberikan sinar tiada jemu walau banyak yang tak memperhatikanmu.

Ingin jiwaku sepertimu, tetap kuat dan tak rapuh yang selalu memberikan harapan.
Bulan, melihatmu mengajariku sesuatu bahwa tak selamanya yang indah dan elok dapat aku raih.

Aku adalah 1 dari jutaan manusia yang mengagumi keindahanmu.
Sinarmu adalah perwujudan anugrah yang menemaniku tanpa bosan.

Cahayamu mampu menenggelamkan rasa janggal dihati ini. Sinarmu,tak akan memudar walaupun terkena derasnya arus kehidupan. Jari-jari tangan ini ingin melayang menghampirimu serta melihat indah dan busuknya dunia ini. Bulan, rasanya tiada alasan lagi bagiku untuk tak melihatmu sempurna.

Next post,
MANTAN

bulan Cahaya Curhat indah Langit sepi Sinar sunyi

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan