Sepenggal kata untuk pelacur

478 views

Hidup tak seperti yang diinginkan, semua khayal memang tetap menjadi khayalan. Hanyalah keinginan yang tetap menjadi keinginan. Dalam dingin malam mencoba mengutuk diri, menyalahkan takdir yang kian menggilas dengan cepat, buas, hanya menyisakan sebuah rintihan di senja sampai ujung malam.

 

Tangis membanjiri layaknya hujan, berharap dan berharap semuanya akan bersahabat dengan garis kehidupan, nyatanya itu hanya menjadi harapan tiada ujung. Harapan, dimana kamu? Mereka mencarimu sampai ke kolong jembatan, mencari dalam duka yang menyelimuti tak kala menjual diri. Harapan, engkau tak menggaung lagi. Sambutlah jiwa-jiwa itu, berikan mereka serpihanmu, agar mereka tak menyesal ketika gurat wajahnya telah terukir oleh zaman, tubuh mereka yang lunglai, mata tak lagi tajam, pendengaran yang berkurang serta rambut putih menyeruak. Datanglah, sebelum penyesalan mereka datang dengan menakutkan.

 

Mereka adalah mawar-mawar hitam, mawar yang mekar ketika gelap, mawar penuh dosa, mawar bergincu tebal. Mereka terjerumus dalam lembah kematian yang menggerogoti secara perlahan. Mungkin mereka sadar akan jalan yang telah dipilih, jalan sesat, jalan kepasrahan diri ketika tak mampu bersaing dalam hiruk-pikuk ekonomi, mereka tak membutuhkan motivasi, yang dibutuhkan adalah jalan dalam menapaki hidup yang semakin keras, di mana orang-orang yang tak mampu bersaing di dalamnya pastilah terhempas, kenyataan pahit tersingkir itulah yang menyebabkannya harus puas dengan keadaan.

 

Mawar hitam, hitammu menyeruak berbau dosa yang terbungkus alasan bertahan hidup. Kemana diri harus meminta kepastian. Ah, rasanya tak perlu lagi memimpikan kepastian, kepastianmu hanyalah pelukan dari tangan-tangan para petualang, dari orang kuli hingga pekerja kantoran.
Mawar hitam, tiada kesanggupan lagi untukmu berhenti? Atau paling tidak sekedar memikirkan saja? Tiada keegoisan lagi untuk tetap bertahan dari lembah hitam? Banyak lagi pertanyaan terlontarkan untukmu.

 

Waktu akan tetap meninggalkanmu, mimpi-mimpimu dulu telah terkubur bersama kepasrahan hidup, bersama kemewahan lampu berkedip, bersama gelapnya lorong-lorong jalan. Wah, semuanya jadi serasa simpel. Hanya melewati malam, pagi sudah ada kebahagiaan, tapi itu kebahagiaan semu, senyum palsu, terpaksa mengembangkan bibir agar pelanggan mau datang menyicipi tubuhmu, merobek harga diri yang sudah koyak, sekoyak-koyaknya.

 

Mawar hitam, jika waktumu untuk meninggalkan kehidupan dunia yang telah mengecewakanmu itu tiba, apa dirimu punya kesiapan? Yang aku takutkan adalah maut menjemputmu sebelum hatimu berpasarah diri kepada sang Pencipta.
Saat itu ketakutanmu akan datang secara mengerikan.
Penyesalan tak akan berguna lagi.

Kembalilah.
Kembalilah kejalan lurus, lalui, kuatkan hati.
Renungkan.
Hayati.
Dalami.
Singkirkan.
ALLAH selalu membukakan Pintu maaf yang lebar, lebih lebar dari yang kamu kira.
Bakar baju seksimu.
Buanglah.

27/12/2017

By: Gendoon

Gendoon Kata indah Kata kata Kehidupan Manusia Nasehat Pelacur Tipe x

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

  1. author

    Jadi sedih bacanya , banyak makna yang tersirat, next karya berikutnya om

    • author
      Gendon (Penulis)7 bulan agoBalas

      Di tunggu aja gan..
      Boleh request juga ini…
      Haha

Tinggalkan pesan