Semua Tentang Kita

178 views
Please Share

Waktu terasa semakin berlalu tinggalkan cerita tentang kita. Apa memang harus berakhir sadis seperti itu, tidak adakah cara yang lebih lembut lagi sebagai akhiran dari hubungan yang telah terlalui begitu lama. Kerinduan tentang kenangan itu terkadang muncul dikepala yang sekarang tiada isi, hampa.

Kenangan-kenangan itu masih tersimpan rapat, terkadang muncul menggandrungi jiwa sepi, jiwa sampah karna ingatan, Jiwa yang sulit terlepas dari jerat masa lalu. Kini, mata ini tidak bisa memandang riang raut wajah, terhalang tembok yang tak mengizinkan, untuk dilihat bahkan hanya untuk sekedar mengetuk pintu itu, aku tak mampu. Di setiap detik hidup ini, Hanyalah Kebingungan menemani, mengikuti kemana arah fikiran tertuju. Hari-hari terasa berbeda, terasa lebih lama, seakan detak jam begitu lambat, lambat sekali.

Tentang cinta kita

Tentang kita sayang

Cerita indah bersama, entah kenapa masih saja tersimpan dalam benak, tersimpan rapi, tiada kesanggupan untuk menghapus layaknya sebuah deretan huruf yang tidak bisa di pisahkan.

Tak ingin mengingat, namun tak mampu melupakan. Itulah hal yang menjadi penghalang diri dalam mengikhlas kan kepergian yang menghampiri secara tiba-tiba. Entah harus berbuat apa untuk mengusir cita-cita yang telah kehilangan sosok yang memwujudkan, ini itu semuanya keok saat masih dalam proses, ini itu semuanya dipaksa menepi. Terhalang oleh ingatan yang tak menjauh.

Berharap, waktu yang tak pernah terhenti sedikit demi sedikit mampu melunturkan nama indah, nama yang terukir halus, nama yang menyatu dengan diri, itulah namamu. Namun nyatanya itu hanya keinginan yang tidak mempunyai dasar. Keinginan hati yang sudah lelah berteman dengan masa lalu.

Jika sudah seperti ini, tempat pengaduan yang terbaik hanyalah sang PENCIPTA, karna galaunya hati hampir saja membuat lupa diri, bahwasanya Dia lah sang MAHA AGUNG, semuanya harus tunduk dibawah perintahNya, segala yang terjadi dibumi ini sudah di skenariokan olehNya, untuk apa lagi diri masih tersesat, masih saja mengumpat ALLAH, masih saja merasa terpukul karna kehilangan. Ah, ini hanyalah sifat manusia penuh ambisi.
Namun Tuhan, yang ingin hati ini tanyakan adalah, Kenapa Engkau mengambilnya Begitu Cepat? Rasanya, hamba tak sanggup menerima keputusanMu, Kenapa orang berharga bagi diri ini harus menghadap utara secepat ini. Tuhan, ampuni jiwa yang membangkang akan keputusanMu.
MAAF

Curhat Gendoon Ikhlas Kehidupan Manusia nasihat Paterpan Tentang kita

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

  1. author

    MantaaapP…

    • author
      Gendon (Penulis)5 bulan agoBalas

      oke bro..
      Tetep stay disini ya😎

Tinggalkan pesan