Sebuah Usaha Melepaskan ” part 16 “

278 views

Coba ingat lagi

Sebuah usaha melepaskan diri dari bayangan mantan

sebuah usaha melepaskan

Sebuah ungkapan hati perihal cinta atau kata kata romantis.

 

Coba ingat lagi.

 

Sesekali aku ingin mengingat tentang kita yang dulu pernah mencoba menyatukan mimpi, aku datang lagi bukan untuk memintamu kembali, hanya saja aku ingin merasakan lagi bagaimana rasanya menjadi orang yang tak pernah di kasihi. Datanglah walau sejenak, terkadang segala sesuatu tentangmu muncul dalam benak. Namun, itu hal yang tak bisa menghadirkan sedih seperti halnya dulu, sebab aku telah lepas sepenuhnya dari ingatanku. Sementara dengan tubuhku yang sudah kembali seperti semula, saat aku belum memutuskan untuk jatuh cinta. Aku ingin ingatan tentangmu tiba, hanya sebatas mengingat-ingat saja. Tidak ada maksud apa pun, tidak ada harapan apa pun. Aku sudah berdamai dengan hatiku sendiri, dengan kurelakan semua tentangmu pergi.

 

Ternyata begini rasanya menjadi orang yang tak mencintai. Bisa bebas, bisa kemana-mana tanpa takut teringat sesuatu yang menghadirkan luka. Aku menikmati setiap jengkal hidup yang ternyata bahagia. Dulu aku terlalu ingin membuatmu bahagia dan selalu memberi cinta, hingga aku lupa bagaimana cara membahagiakan diriku sendiri dan mencintai apa yang sudah aku miliki. Aku telah terjatuh terlalu dalam padamu, begitu dalamnya sampai aku lupa apa kamu juga bersedia untukku. Intinya, semua untuk kamu saja, meski pada akhirnya rasa yang tumbuh itu harus ternoda, sebab kau dusta.

 

Sungguh, aku sekarang sudah pulih kembali, hatiku tak sehancur dulu saat kau memutuskan untuk pergi. Meski pada bagian ini aku harus menghadapi banyak hal, pada kenyataan-kenyataan yang akhirnya gagal. Lama sudah aku menunggu serta mengharapkanmu, berjuang untuk kamu. Lama, sangat lama. Hingga waktu menyadarkan betapa bodohnya seseorang yang tetap cinta, padahal cintanya selalu di buang begitu saja. Hatiku sudah terlalu lelah mengharapkan sesuatu yang melelahkan, hatiku sudah hancur menghadapi sesuatu yang menghancurkan. Hingga aku putuskan untuk diam, mencari jalan untuk berdamai dengan hatiku sendiri, mencari hal yang bisa membuatku bahagia nanti. Dan telah aku temukan ternyata bahagiaku bukan denganmu, bukan pada seseorang yang sudah lama aku rindu. Melainkan pada rasa diamku, saat aku diam dan mencoba mengikhlaskan aku merasa adanya bahagia, meski dalam porsi yang sedikit pula. Namun aku percaya jika itu adalah sebuah jalan nantinya. Dan kini kamu telah hilang sepenuhnya.

 

Mencoba mengingatmu adalah caraku agar tak lupa, supaya kamu masih saja ada. Di kepalaku, di dalam ruang sanubariku. Perlu kamu ketahui juga bahwa aku mengingat kamu bukanlah perkara yang menghadirkan kesedihan, melainkan sesuatu yang sekarang aku nikmati dengan nyaman. Kenangan kamu yang pulang, rauh wajahmu yang datang, serta hati yang telah kau dustakan. Aku mengingatnya. Ingin ku hadirkan kembali pada memori, lalu dengan santainya aku bunuh kenangan itu supaya mati. Sebab itulah caraku membalas kamu, aku bukan orang jahat yang bisa menyakiti tubuhmu. Cukup bayangan serta kenangan masa silam yang coba aku bunuh pelan-pelan. Lalu aku hidupkan lagi, namun aku buat mati.
Ternyata begini rasanya menjadi orang bebas dan tak terluka. Andai aku menyadari lebih cepat bahwa kamu ternyata bukan orang yang pantas aku jadikan obat. Obat rasa rindu, pelukan yang hangat serta cinta yang tepat. Meski aku terlambat mengetahuinya, namun aku bahagia bisa menemukannya, sebab, itulah hal yang hilang dari seseorang yang telah patah hati, namun jiwanya belum mati, terjatuh dalam kisah yang salah, hanya mendapatkan segala bentuk yang tak indah. Itu, marah.

 

Sekarang kembalilah, datanglah pada tubuhku yang pernah mencintaimu dengan tabah. Rusaklah segala apa yang belum kamu jamah, hingga kau puas dan aku merasa kalah. Semua yang pernah kamu rencanakan namun belum tertuntaskan, selesaikan sekarang. Mari, hadapi hatiku yang tak lagi menginginkanmu, lampiaskan jika kamu mempunyai dendam padaku, hingga kamu merasa lebih baik dengan begitu. Namun jika kamu sudah lelah, biarkan hatiku menangis dengan pasrah, sebab bagaimana pun juga kita pernah menjadi sepasang kekasih yang menulis kisah. Meski kenyataanya kita gagal menjadikan semua ini menjadi indah.

Oleh gendoon.
Dalam seri” sebuah usaha melepaskan part 16 “
Kunjungi juga fanspage/halaman facebook di Kata-kata@gendon93

cinta romantis kembalilah Ungkapan hati

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan