Sebuah keputusan melupakan

324 views

Sebuah keputusan melepaskan.
Aku mengerti, bahwa tak segalanya dapat aku miliki. Walaupun aku berusaha dengan sungguh, walaupun aku berusaha hingga tangan melepuh.
Itulah mengapa saat ini aku lebih memilih melepaskan, melepaskan agar semua tak menjadi beban yang menyesatkan.

Kamu tahu, dengan semuanya yang terjadi hingga hari ini, tetapi kamu memilih diam hingga membuatku tak berarti. Seakan segala hal yang aku sertakan untuk menemanimu tidak berguna untukmu, menjadi layu. aku lelah menjadi orang yang memperjuangkan, sedangkan kamu berdiam diri berpangku tangan.

Mengertilah, di dalam lelahku dalam berjuang di situ pula terdapat beribu harapan tersimpan. Itulah alasanku untuk sampai detik ini mampu melewati hari-hari suram. Jika pun akhirnya waktu merangkulku untuk berhenti, itu bukan semata-mata cintaku terbakar api. Mungkin saat itu kau mulai sadar akan kesungguhan hatiku dalam menggapaimu, mungkin waktu itu telah terlambat bagimu. Karna aku akhirnya mengerti cinta tak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak saling memperjuangkan.

 

Ketika hati telah lelah dalam mengalah.
Maaf aku ragu dengan kewarasanmu, Aku ragu tentang Kesetiaan dalam ujian.
Jika itu keputusan yang membuatmu tenang, aku akan menepi dari hari-hari yang pernah terlewati. Aku mengalah dengan apa yang di sebut amarah. Dengan begitu aku akan berdiri lagi, dengan sisa kekuatan yang masih tersimpan di nurani.

Aku akhirnya sadar, aku memilih mundur dalam impian yang telah terkubur. Bukan karna diriku bosan atau apapun, melainkan aku mengetahui, kemana langkah kaki akan membawa pergi.

 

Pergi secepatnya, sebelum semuanya benar-benar membunuhku dalam keadaan hati tak menentu.
Suatu hari nanti, saat aku telah kembali kepada hari-hari sebelum aku mengenalmu. Aku menjadi orang biasa seperti dulu. Aku, tak perlu melihatmu. semua akan kembali sedia kala. Aku menguatkan hati untuk lebih waspada dalam memilih, agar aku tak tersisih, lagi, dan lagi seperti saat kamu membuang apa yang aku usahakan.
Semoga kamu berbahagia dengan keputusan yang membuatku tak bertahan.

Oleh gendon

Gagal Galau Gendoon melepaskan Putus sedih

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

  1. author

    […] « Previous PostSebuah keputusan melupakanNext Post »Sebuah curhatan hati perempuanPenulis: Gendon […]

Tinggalkan pesan