Resiko mencintai

484 views

Resiko Mencintai.

Biarlah keanggunanmu tetap berada dalam hatiku. Sebab, meskipun kamu menghilang dari duniaku toh itu juga tidak akan bisa membuatku menderita. Aku bukanlah orang yang mengutuk kepergian, karna aku cukup sadar jika cinta memang tak bisa di paksakan. Biarlah semua yang terjadi, tetaplah seperti itu, tetap menjadi masa lalu. Kamu pernah mengedepankanku dalam tujuanmu, itulah mengapa aku tidak akan lari dari rasa malu.

 

 

Aku cukup paham bahwa Mencintai seseorang juga beresiko di tinggalkan. Itulah mengapa dengan sabar aku merelakan. Namun bukan berarti aku tidak menganggap mu ada, bukan berarti aku tak mementingkan hubungan kita, hanya saja itulah caraku menghindar dari masa suram yang datang tiba-tiba. Meskipun selama ini kamu tidak cukup tahu tentang dalam hatiku. Percayalah, namamu tersebut dalam doa-doa malam tiada henti sampai saat ini. Hanya saja kamu tidak mengetahuinya. Sebab aku mengerti bahwa niat bukanlah hal yang harus ditunjukan, melainkan tetap menjadi rahasia ku dalam usaha-usaha mencapai kebahagiaan. Itulah alasan kenapa selama ini aku tak menunjukan bahwa aku mengedepankan kamu dari segala urusanku, alasan itu juga yang membuatmu memilih menjauh dari apa yang coba kita jaga.

 

 

Kamu tidak bisa menunggu terlalu lama hanya sekedar mengirim kabar. Aku tahu, kalau kamu itu tipe orang yang menunjukkan rasa sayang melalui cepat lambat pesan. Aku juga tahu bahwa di alam ini terdapat banyak tipe orang yang berbeda-beda. Ada yang tidak peduli jika memang harus tidak saling mengabari dalam satu hari. Ada yang ingin dikabari setiap jam, atau dalam waktu-waktu tertentu, ada juga yang marah kalau misalkan chat datang tetapi terlalu lama kita mengabaikan. Pahamilah, setiap orang punya kesibukan masing-masing yang memenjarakan waktu untuk bertemu, kesibukan itu terkadang harus dengan terpaksa melewati hari tanpa saling mengabari. Itulah mengapa aku tak merasa disisihkan dengan kesibukanmu. Karna aku mengerti Cinta dan pekerjaan adalah hal yang harus di kejar. Namun berbeda dengan kamu yang merasa tak dianggap jika aku tak datang lewat pesan. Kamu marah, inilah itulah.

 

Kepergianmu itu tetap aku terima dengan sadar, aku Mempertahankan dengan wajar. Pergilah, hidupku akan berlanjut, banyak impian menanti dalam hidup ini. Aku akan menjalani hari-hari seperti biasa, karna aku paham apa yang kita impikan ternyata tidak sejalan. Jika cintamu nanti kembali, aku tetap menerimamu seperti dulu. jika tidak, mungkin kisahmu hanya pantas disimpan dalam ingatan sebagai orang yang dulu pernah aku perjuangkan.

 

Oleh gendoon.
10/01/2018

Cinta Curhatan Kata kata Resiko

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan