Perihal Cinta Sejati

239 views

 

Tentang cinta

Maaf, barangkali ada perasaan yang membunuh banyak impianmu. Mungkin ada sesuatu yang begitu dalam melukis sedih dihatimu. Aku tidak bermaksud mengecewakan atau bahkan melupakanmu dalam diam. Hanya saja aku tidak pernah ingin menikmati bagaimana tersentak yang seakan membuat dada terhimpit perasaan kecewa menjadi sesuatu yang tak pernah ada habisnya. Sesak yang tak pernah bisa kukira, bahkan saat kau menggunakan perasaan sedih untuk mengukurnya. Barangkali perasaanmu itu tidak sebanding dengan apa yang pernah kurasakan dahulu ketika semuanya menyisakan kenangan pilu.

 

 

Aku mencintaimu. Sungguh. Pernah menjadi orang yang berarti dalam hatimu meski pada akhirnya dihempaskan adalah hal yang tak pernah kusesalkan. . Pernah kau mencoba memahami sedalam apa rasaku? Sedalam apa aku mencintaimu dan bahkan sedalam apa aku terluka dulu?. Jangan lakukan hal yang terakhir ini, sebab kau akan tertekan saat seorang yang kau cintai memutuskan untuk tidak peduli lagi. . .waktu itu, perihal kamu adalah segalanya. Kamu adalah seseorang yang ingin kuajak sempurna, namun dikalahkan oleh seseorang lain yang tak pernah kuduga. Tidak pernah kuperhitungkan dan tidak pernah kuterima dengan tenang.

 

Gendoon.com

Perihal cinta yang kau katakan dulu. Apa pun yang pernah mendekatkan kita, jangan kau ulang lagi dengan berbagai cara. Jangan pernah mengatakan kau menyesal, atau pun berpaling dengan kenyataan. Sebab, akhir telah menjawab semuanya. Akhir telah menjadi penutup bagi perjalanan kita. Dunia tak pernah ingin kamu bercanda dengan cinta yang luka. Barangkali aku terlalu egois mengatakan ini?. . .oke baik. Siapa yang lebih egois, kamu yang diam-diam menyimpan pisau lalu membuat diriku kacau, bermain dengan mendekatkan perasaanmu kepada orang baru sementara aku dengan sepenuh hati berusaha menjaga perasaanku untukmu. . .sedangkan dalam hal ini aku hanya menerima apa yang kau lakukan, lantas celah mana lagi yang tak disesaki kesedihan?. Lubang mana lagi yang harus kosong merawat namamu sedangkan kau dengan mudahnya bermain api cemburu.

 

 

Aku tidak ingin menyalahkanmu atas semua ini, biarlah yang telah berlalu segera dikenang sebagai masa lalu, atau hanya sekedar ingatan yang mungkin saja betah untuk pulang. Memutar dikepalamu, meracuni hatimu, dan membawa rindu-rindu yang tak pernah menemukan siapa pemiliknya meski sekuat hati kau mencarinya.
Maaf, jika dalam beberapa hal aku masih mengingat kesalahanmu. Maaf jika dalam beberapa kesempatan aku berlagak tak mengenal dirimu. AKU TIDAK PERNAH MENYALAHKAN, meski seringkali pemikiran itu menunjukkan bahwa kau yang salah. Namun tidak mengapa, semoga kesalahan ini tidak pernah ada artinya. Agar tak pernah terulang lagi jika suatu saat kau dipercaya. Aku yakin suatu ketika kau akan mampu bersetia.

 

Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Dibanyak kesempatan aku mencoba mengatakannya, namun serasa tak sanggup mengutarakannya. . . . .Perihal cinta yang pernah kau bicarakan, ada baiknya jika tidak pernah kau ungkapkan. Sebab, bagaimana pun dalamnya perasaanmu, didunia ini tidak ada yang bisa mengekalkanmu. Kau tetap akan rapuh, kita akan menua, menjadi renta. Dan perasaan yang pernah ada akan menjadi sebatas kenangan yang pernah membalut dada. Sekuat apa pun itu, sekeras apa pun kau percaya dengan cinta, suatu saat kau akan dipisahkan dengan semestinya dan bahkan terkadang tidak dengan semestinya. . . .kau tahu sayang?, kita akan mati menyisakan cerita, mewarisi kenangan. Kenangan akan tetap dikenang, cinta mungkin saja akan kembali diceritakan. Namun tidak ada yang tahu kita pernah sama-sama menusuk luka-luka yang dalam. .

 

Dan, jika dalam kesempatan lain kau pernah begitu percaya dengan cinta kemudian tanpa sebab dan dengan sebab kau ditinggalkannya. Maka jangan heran, cinta adalah perasaan yang Terkadang berubah duka. Kau yang pernah dipuja suatu saat akan dibiarkan memendam bara. . .kita boleh saja percaya dengan yang namanya CINTA SEJATI. Namun jangan sesekali memegangnya tanpa ambang batas yang pasti. .dan aku sudah membuktikannya. Aku begitu percaya kamulah segalanya. Waktu itu. Suatu saat kau akan mengerti apa yang kukatakan ini atau mungkin saja kau sudah memahami. Cinta sejati yang kita percaya terkadang berubah haluan menempuh sesuatu yang tak kita tahu batasannya. Luka yang tak padam sebab kita yang belum bisa merelakan dilubuk hati paling dalam…..
Aku mencintaimu, itu saja. Sederhana. Kelak, jika bagian hidupku bukan kamu, semoga tidak ada perasaan canggung untuk saling sapa ketika bertemu.

# oleh gendoon #
Edisi Request

Perasaan kecewa Tentang cinta

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan