Para pembenci bacalah ini

398 views

Untuk para pembenciku, apa kabar hatimu saat ini? Masih adakah dendammu pada diri ini? Sudah padamkah? Atau malah justru semakin menggelora? Saat ini, aku justru yang merisaukanmu, tahu kenapa? Karna aku merasa kasihan denganmu, kasihan dengan usahamu untuk menjatuhkanku, namun hanya sia-sia belaka tiada hasil, nihil.
Aku yang selalu tegar dalam menghadapi derasnya arus hidup ini justru membuatmu semakin terpuruk, tahu kenapa? itu karna hatimu masih berkawan dengan IRI. Iri karna matamu tidak siap melihatku memainkan peran, iri karna aku sukses belajar untuk tegar, meskipun hatiku tenggelam.

Engkau para pembenci, hidup itu berharga, jangan disia-siakan untuk berkubang dalam kebencian, hidup yang singkat ini jangan kau gunakan untuk menyoroti diri ini, yang ada justru semakin membuatmu menjadi seorang pembenci sejati. Biarkanlah aku hidup dijalanku, engakau hidup dijalanmu jangan khawatirkan masalah rezeki, aku yakin seyakin-yakinnya bahwa setiap orang pasti sudah mendapatkan porsi masing-masing sesuai dengan apa yang telah diusahakan. berlapanglah dada bila perlu sampai lapangan sepak bola agar rasa iri tidak bisa menyelinap didalam sendi-sendi hidupmu jikalau engkau mendapati hasil orang lain melebihi hasilmu.

para pembenci

Untukmu para pembenciku

Saat ini kita hidup dibawah langit yang sama tetapi dengan nasib yang berbeda, maafkan aku jika aku semakin jauh meninggalkanmu dalam menggapai impian masing-masing. Bukan maksut hati ingin memandang rendah dirimu atau mengguruimu, namun kamu harus sadar bahwa langkahmu telah salah, salah total. engkau yang bisa membuka mulut sampai ketelinga untuk mengorek sisi burukku justru tak berdaya melihatku telah menjadi pribadi berkualitas yang tidak asing lagi dengan nikmatnya dunia.

Kuncilah mulutmu rapat-rapat, jangan biarkan melayang tak tentu arah karna bagaimanapun iri dengan orang lain tidaklah berguna, bukankah sedari kecil kita sudah dicekoki nasihat itu, agama juga telah mengajari yang demikian. Jadi buat apa mulutmu masih mempunyai semangat untuk menjelajahi setiap jengkal hidupku.
Hidup ini memang tidak lepas dengan yang namanya pilihan-pilihan, tentukanlah pilihanmu menggunakan hati dan logika, berfikirlah dahulu sebelum bertindak karna tidak semua hal dapat diulangi didunia ini.
Aku tidak risau jika hidupku ini dikelilingi para pembenci, para penyombong serta pembohong, yang perlu aku lakukan hanyalah mengacungkan jari tengah dan berkata ABAIKAN.

Benci Curhat Gendoon Ikhlas Langit Manusia Musuh nasihat

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan