Menjauh hanya demi menghargai perasaan

628 views

Sebuah Usaha melupakan dan menjauhimu

 

Menjauh hanya demi menghargai perasaan

Sebuah usaha melupakan seseorang

Di hari yang tak pernah aku tentukan, bahkan aku sendiri pun tak paham mengapa kau hilang pelan-pelan. Terhapus bukan sebab aku tak lagi membutuhkanmu, juga bukan karna kehadiran orang lain. Mungkin sebab kita telah memilih hidup masing-masing, lalu perlahan bayangmu mulai menjauh dan menjadi asing. Kita memang tidak pernah tahu apakah hubungan ini akan selalu terjaga, apa harus berhenti ditengah jalan, atau justru kita akan saling melempar rasa-rasa sakit, perasaan luka, yang menjadikanmu atau diriku sebagai orang yang tak pantas untuk di percaya. Tetapi, setidaknya cintaku pernah bertahan keras untuk diberi kesempatan, aku mencoba hal-hal yang mengekangmu untuk tak pergi, meski pada bagian ini aku harus menjadi seseorang yang tak punya harga diri. Saat aku begitu memohon padamu untuk memperbaiki hal-hal yang sudah jauh-jauh hari kita tata, kita susun hanya demi kata BAHAGIA. Di hari itu aku terus mendekap keyakinan yang sebenarnya sudah tak lagi kau butuhkan, namun aku menganggap kamulah harapan-harapan yang tak bisa kutinggalkan. Meski saat sekarang aku ingat betapa dangkalnya pola pikir yang dulu pernah kuperjuangkan.

 

 

Tetapi, waktu terus meninggalkan diriku yang masih merasa patah hati, juga ketidakmampuanku untuk menjauh dari pandanganmu, pada hal-hal yang indah namun telah menjadi usang. Yang membuatku sadar, bahwa tak mungkin lagi ada jalan bagi seseorang yang tak lagi dibukakan pintu kesempatan. Itulah mengapa akhirnya aku pelan-pelan hilang, tidak mengusahakan kamu, tidak mengusik hidupmu, juga menjauh dari apa-apa yang bisa mengingat masa lalu. Dalam fase-fase seperti inilah aku benar-benar ingin menguatkan niat untuk tak bertemu denganmu lagi, aku ingin segala tentangmu benar-benar menjauh pergi. Kubiarkan kamu menjadi bagian-bagian kecil dari catatan hitam, kusimpan rapat-rapat yang tak pernah ingin kuulang. Namun aku tetap mempunyai keyakinan yang kulekatkan padamu, sebuah bentuk betapa tulusnya perasaan yang coba kusampaikan pada dirimu. Itu adalah doa-doa yang pernah kukirimkan, semoga nanti kita tetap dipertemukan. Membawa hal-hal baru, lalu aku ingin mendengar cerita-cerita dari petualanganmu.

 

Menjauh hanya demi menghargai perasaan

Sebuah usaha melupakan seseorang

Sekarang, aku memang benar-benar melangkah menjauh, membuang perasaan yang dulu tak ingin lepas. Merelakan kamu memiliki orang lain, merelakan mataku untuk tak lagi bertatap muka denganmu. Yang pernah ada biarlah kubuang, saat ini aku tak ingin ada sesuatu yang mengurai apa-apa yang pernah membalut dada, ingatan-ingatan tentang kita. Keinginanku sudah bukan sekedar kata-kata saja, melainkan ini adalah kesempatan yang tak bisa lagi di tunda-tunda. Memang menjauhimu segala tentangmu mungkin terasa berat, sebab ada hati yang ingin lebih lama lagi kutatap. Tetapi ketika aku tahu kamu sepenuhnya menjauh, tak ada lagi alasan bagi kita untuk tetap utuh.

 

Semoga, kamu bahagia dengan jalan yang kamu pilih, kamu menemukan lagi keping-keping rindu yang menjadi penyemangat tak kenal waktu. Setelah semuanya kamu simpan dan kau tata ulang, semoga bukan luka yang datang. Bukan patah yang kau dapatkan. Jadilah seseorang yang tetap kukenal tangguh menghadapi semuanya, tetap kuat meski bukan aku lagi yang menguatkan. Aku juga akan melakukan hal yang sama, setelah usaha untuk menjauh, aku ingin mengembara, mencari seseorang yang tepat sebagai tempat bercurah rasa. Seseorang Yang paham, benar-benar paham bahwa luka tidaklah harus lebih cepat dari bahagia.

Oleh gendoon.
#GALAU ABADI#

Hubungan masa lalu Tak lagi membutuhkanmu Usaha melupakan

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan