Melalui Hujan Kutitipkan Rindu Lewat Tetesannya

669 views

Melalui Hujan Kutitipkan Rindu Lewat Tetesannya. Hujan bukan hanya tentang air yang jatuh, bukan tentang butir demi butirnya yang memberi irama penggugah jiwa. Namun bagiku, hujan adalah bagian dari pengingat, memaksa segala yang pernah begitu berat dipendam harus kembali terbongkar. Tidak ada yang memaksa perihal ini, barangkali sebab kenangan yang pernah kita berikan kepada hujan, atau hujan adalah bagian-bagian rindu itu sendiri. Itulah kenapa kamu tidak pernah lepas dikepala ini. Hujan yang hadir selalu membawa pulang ingatan-ingatan dan juga pulang-pulang yang tak pernah kita temukan sekarang.

Dan, ada yang sungguh istimewa ketika hujan membasah genting lalu uap merayap lewat jendela-jendela yang sunyi, menyiram pelupuk demi peluk, meneteskan beragam hal yang sudah terpendam, bahkan yang sekian lama terabaikan seringkali kembali hadir sebagai kata rindu saat hujan. Bukannya aku berharap kembali kepadamu, atau sedang mencoba merayu dengan kata-kata rindu. Tidak, sungguh tidak. Ini hanyalah caraku mengembalikan kita seperti halnya saat bersama dulu. Aneh memang, jika kau berpikir aku sedang bermain kata agar kita menjatuhkan hati lagi, itu memang tidak bisa kusalahkan. Sebab memang tidak alasan-alasan bagiku untuk membahas tentang kita terlampau dalam. Barangkali benar, terkadang saat semua sudah berakhir, selalu ada cara untuk kembali hadir, meski cara yang dilakukan itu adalah salah, cara kuno, klasik. Tetapi, kita memang tidak akan pernah salah untuk memperbaiki hal yang pernah patah. Jika pun salah, itu karna kita sedang memperbaikinya dengan orang yang salah.

 

melalui hujan kutitipkan rindu lewat tetesannya 1

Hujan dan rindu

kita memang tidak akan pernah salah untuk memperbaiki hal yang pernah patah

Melalui hujan, tidak akan pernah habis jika aku selalu menuliskan. Kisahku denganmu juga tak pernah habis untuk diceritakan. Namun, aku tak ingin menceritakan tentangmu ( hujan ), aku sedang bergelayut rindu pada ia yang tak lagi tertaut perasaan. Bukankah hal yang wajar jika manusia memiliki rindu ? Apalagi kepada seseorang yang pernah begitu dekat. Dan, inilah kisah tentang seseorang yang patah tapi masih mencoba mengingat tanpa rasa marah.

Melalui hujan kutitipkan rindu lewat tetesannya
Aku memang tak pernah jemu bertemu denganmu, mendengar suara-suara gemericik teratur dan tak teratur. Bagiku, alunanmu adalah sebagai pengingat, sebab ketika kau hadir membasah hati yang sedang layu, menyiram perasaan yang sedang rindu, semua kisahku dengan ia seakan kembali dekat dipelupuk mataku.

Aku menitipkan rindu kepadamu melalui hujan. Semoga air yang bening itu merupakan wujud dari segala hal yang pernah kuberikan padamu. Tentang rasa, tentang kata, jiwa dan seluruh tumpah ruah akan kebahagiaan yang pernah kita hadirkan bersama. Ingatlah, pada hari itu kita pernah menghabiskan banyak jam memandang hujan, bercerita tentang impian masing-masing di hari tua. Kini, semua yang pernah kita rencanakan memang telah hilang, namun ingatan tentang hal itu tak akan pernah padam.

 

Hujan yang kupunya adalah bagian kisah yang telah sirna, lalu mengapa aku tak mampu membuangnya dengan kata rela ?. Kau tahu, selain menyukai kamu ( dulu ) aku adalah seseorang yang menyukai hujan, meski terkadang aku mengutuk hujan sebab guntur-guntur yang memecah cakrawala, namun yang namanya suka tidak akan pernah tebang pilih. Begitu pun perasaanku kepadamu waktu itu, banyak hal yang tak kusukai tentangmu namun aku mencoba memahami apa yang sudah ada pada dirimu. Apa yang sudah melekat dan ditakdirkan menjadi sifat, adalah hal yang pernah kupahami begitu kuat. Barangkali inilah kenapa waktu itu ada alasan bagiku untuk bertahan. Namun, menjadi Seseorang yang terlampau bertahan adalah hal yang paling sedih, hal yang kusadari belakang ini. Karna memang semenjak kita berakhir luka, segala lelah dalam bertahanku membunuh seisi dada.

 

Tidakkah kau paham ? Bahwa aku sedang merindukanmu, bahwa aku sedang menitipkan rindu-rindu dan doa lewat butiran air yang sedang jatuh, berharap kau mampu mengingat semuanya dengan utuh.
Aku sedang menitipkan rindu sedihku pada air, kepada rintik dan angin-angin. Semoga kau mengenalinya lalu merasa—bahwa kini tidak ada yang mampu menerimamu dengan berlapang dada, selalu ada hal darimu yang menghambat, hal darimu yang membuat jarak dan perpisahan. Selain aku, barangkali dalam hubungan tidak ada yang menjaga perasaannya untuk tetap menjadi baik. Tetap melekat meski berkali-kali kau mengusirnya dengan kalimat-kalimat.

 

Dan, andai memang kau tersadar akan banyak hal yang sudah menjadi pemisah serta jarak antara kau dan aku, semoga rindu hanyalah rindu, sebatas kata tanpa pernah mengajak kembali bertemu. Sama seperti yang sedang aku lakukan sekarang, hanya menitipkan rindu lewat hujan tanpa pernah berharap akan tersampaikan.

Oleh gendoon.

Kunjungi juga halaman facebook/fanspage kami di @gendon93

Hujan kata hujan Kata hujan malam hari Tentang hujan

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan