Jeritan hati korban koruptor

196 views

Saat ini hanya terdiam dalam berfikir, entah berfikir apa yang jelas tiada lagi angan. Angan, hanyalah angan. Impian hanyalah impian. Hah, semuanya tak terelakan lagi. Masalah! Selalu saja menghiasi hidup yang sudah diambang batas kesabaran. Lalu dengan siapa hati mencerna problematika itu? Kemungkinan hanyalah menggerutu, sumpah-serampah. Hahaha, fikiran memang mengacaukan saja, mulut hanya berkoar berbusa-busa, TUHAN Maafkan aku dan mereka-mereka,
TUHAN, ampuni mulutku
TUHAN, jiwa ini sangat rentan akan keberingasan mereka.
TUHAN, izinkan kami mengutuk ciptaanmu, menghina mereka, mencaci-maki, ingin mulutku meludahi jiwa kotor itu, tapi takut akan azab pedihmu.
TUHAN, dengan siapa lagi kami berharap keadilan dinegri ini? Jika hukum saja sudah tumpul keatas, tetapi tajam kebawah. Kami rakyat yang hanya bisa menjerit melihat orang-orang munafik duduk dalam ruangan AC, kursi yang empuk, berdasi, berbaju mewah.
Entah apa yang terjadi dengan negriku, keadilan telah berangsur-angsur menghilang. Kemanakah? Hampir disetiap pelosok negri ini Terdengar jeritan korban para orang munafik, korban koruptor.

 

Memang tak semuanya dari mereka bertangan panjang, tapi kami telah bosan dengan berita-berita bertopik KORUPSI yang bahkan terjadi hampir disetiap jenjang pemerintahan. Bisakah hati kami mempercayai mereka lagi? Rasanya mustahil.

 

Dalam goresan pena ini banyak sekali ketidakpuasan hati yang ingin tertulis. Apa yang akan terjadi kedepannya jika terus seperti ini? Apa TUHAN, apa? Berikanlah kami pemimpin Yang Amanah, mampu merangkul harapan kami, berikan, berikan.

TUHAN, dalam ketidakadilan hukum ini, kami hanya mampu meratapi ketika koruptor itu bisa dengan bebas menghirup udara segar, berjalan-jalan di dampingi pengacara, sedangkan dia sudah dengan rakusnya memakan hak kami. Ketika itu, ingin rasanya kami melemparkan bangkai. Sampah seperti mereka tak pantas menginjakkan kaki dibumi Indonesia ini.

Enyahlah engkau dari bumi ini, pergi jauh-jauh.
Negriku tak butuh orang munafik.
Tak kan ikhlas hati walau sampai lubang kubur.
Jika tak dapat balasan dari dunia, kau kan jadi abu neraka.
Koruptor, tiada hak untukmu lagi.

By: Gendoon

Curhatan Jeritan Kehidupan Koruptor

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan