Kiranya cukuplah sekali saja

49 views
Please Share

Kesempatan kedua hanyalah cerita khayalan saja.

Kiranya cukuplah sekali saja

tidak ada kesempatan mengulang luka

 

KIRANYA CUKUPLAH SEKALI

Cukup sekali saja kau kalahkan hatiku. Yang tulus perihal mencintaimu. Luka yang lebat memang sudah terlanjur tersemat. Ia masih ada. Ada banyak Serpihan itu belum sepenuhnya tergantikan. Meski aku telah menolak dengan mematikan segala kenangan. Tetapi, tidak semuanya terlaksana dengan baik. Ada hal lain yang memperlambat. Mungkin saja itu adalah awan pekat. Yang hitam bercampur putih seoalah memperjelas bahwa diriku tidak bisa menerima begitu saja keputusanmu. Atau bahkan ada sesal dan dendam dalam dadaku.

 

YANG DIYAKINI TAK TERGANTIKAN, TIDAK SEMUA DAPAT DIPERTAHANKAN

 

Baiklah, kamu memang pernah menjadi orang yang tak tergantikan dalam hidupku, meski kenyataannya kau sendiri yang ingin menjadi masa lalu. Tidak mengapa, karna memang cinta adalah kenyataan, yang tak kuasa untuk selalu kurawat dalam ingatan. Kalaulah ingatan itu ingin kau matikan. Apa boleh buat, mempertahankanmu pun telah kulakukan kuat-kuat. Nyatanya kau tetap ingin bebas mengepakkan sayapmu. Terbangmu itu yang tak bisa kutempuh dengan waktu.

 

LUKALAH YANG MEMPERJELAS KITA, DENGANNYA PULA KITA TUMBUH DEWASA

 

Aku memilih tidak mengenal lagi bukan karna aku dendam atas perlakuanmu. Bukan itu. Hanya saja karna luka telah menjawab atas doa. Lukalah yang memperjelas hubungan kita.
Yang telah aku pahami. Cukuplah kiranya luka datang hanya sekali. Tidak ada ruang lagi bagi seseorang yang telah menggadaikan cintanya demi hal lain. Itulah yang membuat pandanganku ketika melihatmu menjadi asing. Bagiku, dengan luka yang pernah ada, kesempatan pun berhak kupilih sirna. Layaknya kamu yang dulu pernah mengaburkan batinku. Sekarang aku yang ingin membutakan kesempatan untukmu.

 

AKU TAK PERNAH BERPIKIR UNTUK MEMBENCIMU. NAMUN SEHARUSNYA KAU TAHU. JIKA SAJA SUDAH TIDAK ADA LAGI KESEMPATAN, MENGAPA PULA KAU HARUS DATANG. PERGILAH, DAN LEPASKAN AKU SEPENUHNYA.

 

Jangan pernah berpikir aku menjadi jahat telah melakukan semua ini. Tidak perlu lah kamu membuang waktu hanya untuk mengutuk orang lain. Karna kita pernah menciptakan kenangan, baik dan buruknya beserta kesedihan. Biarlah luka hanya sekali datang. Sebab aku yakin, luka bisa saja terulang. Oleh orang yang sama, saat seseorang itu diberi kesempatan untuk kedua kalinya.
Terimakasih pernah ada, meski hanya beberapa saat saja.

Oleh gendoon.

Cerita khayalan Kesempatan kedua Ungkapan bersambung

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan