Kenapa seseorang bisa khawatir terhadap pasangannya

788 views

Sebuah ungkapan kata kata untuk para hati yang masih di landa cemas dan debar-debar terhadap pasangan

Kenapa seseorang bisa khawatir terhadap pasangannya

Cemas kepada pasangan itu hal yang wajar

 

Kepada seseorang yang pernah aku perjuangkan, ingin rasanya aku berada di sampingmu dan bercerita banyak hal. Aku selalu berkeinginan di dekatmu saja, dalam senang duka. Aku masihlah orang yang selalu mencemaskanmu, khawatir tentang banyak hal yang bisa menyakiti tubuh serta hatimu. Tetap sama meski sekarang kita tak sama lagi perihal tujuan dan jalan. Entah apa yang sedang kamu lakukan di luar sana, apa kamu sudah begitu nyaman dengannya, atau memang kamu benar-benar nyaman dan sepenuhnya melupakanku, atau mungkin saja kamu kecewa dengan jalan baru itu. Begitu banyak pertanyaan yang tak bisa kuselesaikan sendiri, tidak dapat kutemukan jawaban yang benar-benar memuaskan hati. Pada bagian inilah yang terkadang semakin menenggelamkan perasaanku.

 

Namun, begitu banyak sedih karna patah yang perlahan membunuh rasa cemasku, meskipun masih ada untuk saat ini, tetapi itu tidaklah lebih besar saat kita jatuh cinta untuk pertama kali. Dulu aku begitu khawatir akan dirimu, banyak perasaan yang tak mententramkan hati. Aku takut kamu pergi, takut jika suatu saat menghianati, takut jika kamu ternyata bisa menjadi orang yang melukai. Aku takut akan hal itu sampai aku berada di titik: KAMULAH SEGALA. Hingga membuatku lupa bahwa sebenarnya banyak bahagia yang bisa datang dengan berbagai cara, tidak harus denganmu saja. Lalu, yang aku cemaskan Akhirnya datang juga, menghampiri jiwaku yang tetap merasa cinta, merasa kamu harus milikku sepenuhnya. Akhirnya kamu pergi tanpa ingin tahu kesiapanku, tanpa kamu beri kesempatan untuk benar-benar bisa merelakan. Kamu tahu pada bagian inilah kecemasan yang akhirnya membunuhku kemudian. Aku memang orang yang terlalu khawatir perihal perasaan. Mungkin sebab aku yang terlalu mencintaimu hingga terkadang kecemasan tak bisa sepenuhnya aku kendalikan, mengambil cara berpikirku bahwa aku harus menjadi orang yang kamu banggakan. Tidak peduli seberapa hebatnya aku mencintaimu, pada kenyataannya harus kurelakan kamu pergi mencari seseorang yang kau cinta sepenuh hati.

 

Sekarang, waktu telah banyak memberiku jawaban perihal kamu yang memilih menghilang, kecemasan yang dulu menikamku dalam dada, kini bukan lagi hal yang begitu menakutkan ketika tiba. Berkali kali rasa itu tumbuh, namun berkali-kali pula aku buat runtuh. Mungkin aku sudah terbiasa dengan kamu yang telah acuh, atau mungkin aku telah baik-baik saja, bukan lagi seorang yang begitu patah ketika kamu memutus asmara. Lalu, ketika aku mulai bisa berpikir tenang, rasa cemas itu mulai kubunuh pelan-pelan. Memang itulah jalan terbaik ketika kau mencoba membuangku secara perlahan dan menjadikan semuanya sebagai kenangan. Sebab pada akhirnya aku paham, di balik rasa cemasku, selalu ada rindu yang kau buat pilu.

 

Oleh gendoon

12 FEB 2018 Selangor, Malaysia

Dalam seri sebuah usaha melepaskan part 24

bersambung boy candra Cinta Kata kata Khawatir Pasangan hidup

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan