Kata Bijak Anak Alay

469 views

Kata Bijak Anak Alay. nasehat untuk orang sirik, kata kata lebay, kata anak alay, kata kata buat mereka yang menghinaku, kumpulan kata gaul 2019. Biarkan aku sedikit bercerita. Bahwa terkadang kita membutuhkan sesuatu yang alay, bukan bermaksud menunjukkan sikap cengeng atau berlebihan menghadapi sesuatu. Hanya saja, setiap orang punya cara sendiri dalam mengekspresikan apa yang dihadapi oleh hati. Tidak sama seperti kamu yang anti alay, tidak seperti kamu yang kuat menyimpan segala sesuatunya untuk diri sendiri dan tak ingin orang lain mengetahui. Kita sudah dilahirkan untuk berbeda dalam melegakan apa yang menyesakan dada. Jika pun dalam setiap permasalahan kau memilih menyimpan, maka itu adalah hal yang baik. Namun, disisi lain banyak orang yang tak kuat hanya sekedar untuk menahan dan memilih untuk menyegarkan pikiran lewat tulisan-tulisan. Lewat status sosial media misalnya. Dan pada saat yang sama kamu melihat tulisannya, perasaanmu menjadi ilfil, perasaanmu tidak menunjukkan kata kata suka. Bahkan, untuk memberikan Like pun terkadang kau memilih tidak. Dan yang lebih parahnya lagi, kau mengumpatnya dengan kata kata kasar lewat hati. Bukankah begitu ?.

curhatan anak alay

kata bijak anak alay

Aku mengerti perasaanmu. Aku memahaminya. Aku juga pernah merasa hal yang demikian. Terkadang. Namun, apa kamu mengerti, dibalik setiap ketikan yang sengaja ia buat tanpa peduli bahwa itu bisa mempermalukannya pada penduduk bumi, sedikitpun ia tak ingin membuatmu merasa benci. Tidak padanya. Yang ia butuhkan hanyalah bagaimana caranya melegakan, bagaimana caranya apa yang tersimpan bukan lagi hal yang memberatkan. Jika menurutmu apa yang ia tulis itu memberatkanmu, maka jangan salahkan ia. Jangan mencemooh apa yang coba ia lakukan untuk dirinya sendiri. Sebab, pada intinya yang diperbuat hanyalah untuk menjadi kuat, dalam arti melepaskan apa yang memang pantas dilepaskan, dan salah satunya ialah lewat tulisan tulisan.

Barangkali, aku adalah salah satu bagian yang alay, salah satu dari sekian banyaknya orang-orang yang berusaha membuang perasaan Malu, salah satu dari orang yang tak peduli bahwa membuat tulisan sedih bisa saja membuat semakin pedih, sebab ada saja orang yang justru mengejeknya. Tidak mengapa, memilih menulis rasa bagiku adalah bagian jiwa. Dan mungkin bagimu memilih menyimpan adalah bagian dari kehebatan. Selamat, kau memang berhasil menampakkan kekokohan jiwamu dari luar. Kau memang berhasil membuat orang sekelilingmu beranggapan bahwa dirimu baik-baik saja. Dengan menyembunyikannya kau berharap semua akan kembali baik baik saja pula. Tetapi, menyimpan itu juga ada batasannya. Meski aku tak pernah tahu dimana batas akhirmu, namun setidaknya aku paham apa yang sedang bergejolak didadamu. Dan barangkali, aku juga salah satu dari sekian banyaknya orang sepertimu. Menyimpannya dalam hati paling dalam dan mencoba membakarnya pelan-pelan.

Baca Juga;Luka Tapi Tak Berdarah

Bukankah setiap orang punya cara tersendiri ?. Dan aku berusaha memilih dua cara. Terkadang memilih menyimpan dan terkadang pula memilih melegakannya lewat tulisan tulisan. Pada intinya, kita memang perlu memilih terkadang. Terkadang alay terkadang diam. Setelah memilih kedua cara ini, ada yang lebih gila lagi. Kita dianggap Seseorang yang benar benar alay atau alay kebangetan, alay tingkat dewa dan kata kata sejenisnya. Kata kata itu bagiku ditunjukkan untuk orang yang berubah-ubah dalam menyikapi segala sesuatunya. Meski bahasa yang lebih tepat ialah tidak punya pendirian. Namun tetap saja kita punya hak untuk berasumsi, dan aku berasumsi Alay. Orang ini kok aneh ya, alay. Terkadang diam, terkadang cerewet. Barangkali seperti inilah ucapan dan pemikiran mereka. Dan satu lagi kujelaskan, aku juga pernah seperti mereka. Mereka adalah orang orang yang menganggap diam itu aneh, alay. Mereka juga yang menganggap cerewet dan suka bercurhat itu juga aneh dan alay. Dan aku juga pernah menjadi bagian dari mereka.

Kenyataannya, kita memang tanpa sadar bisa berubah. Berubah menjadi hakim dan menjadi korban. Berubah menjadi penengahnya. Menghakimi orang yang memilih diam, menghakimi orang yang memilih bercerita. Serta menghakimi orang yang memilih keduanya. Tanpa kau pahami, kau banyak menghabiskan waktu untuk menghakimi orang lain, namun tak tahu bila dirimu sendiri juga dihakimi oleh yang lainnya. Percayalah, saat kamu menjadi hakim untuk urusan orang lain, maka akan ada pula orang yang menghakimi apa yang sedang kau hakimkan. Paham ?. Yang kita lakukan ini banyak sekali sambungannya, dunia paralel akan tetap ada sekalipun kau bersikap baik menurutmu. Sebab, baik bagimu tak tentu baik bagi orang lain, dan seterusnya sampai pecah kepalamu bermain sambung paralel.

Dari sekian banyak tulisan ini, apa yang kamu dapatkan ? Apa yang kamu pahami ?. Intinya, akan ada saja orang yang tak suka perbuatanmu, ada saja orang yang membuang waktunya untuk mengatakan orang lain. Dan aku sudah membuktikannya, saat aku menjadi alay dengan kata kata, ada saja yang tak suka. Saat kita memilih untuk menyimpan gundah untuk seorang diri, akan ada saja orang yang tak menyukai. Dan saat kita berbuat alay dan menyimpan segala sesuatunya dalam waktu yang berbeda, akan ada saja orang yang membicarakan kita.

Meski demikian, kita memang tidak diharuskan berlebihan dalam sesuatunya. jadilah alay sewajarnya, jadilah pendiam seperlunya, dan saat berusaha menjadi keduanya, maka kita harus punya batasannya.

anak cerewet anak pendiam Gendoon kata anak alay Kata Bijak Anak Alay kata kata buat mereka yang menghinaku kata kata curhatan hati kata kata lebay kata kata motivasi kata motivasi anak alay kumpulan kata gaul 2019 nasehat untuk orang sirik

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan