Kamu dan hujan

658 views

Rindu terkadang datang di waktu yang tak diharapkan. Sering kali hadir saat hujan, membawa kembali ingatan yang telah aku matikan.

Malam ini, seolah rindu dan hujan sudah berjanji. Menemuiku di ujung lelah dalam menghapus kisah, lalu hujan juga datang membawa tentangmu dikepalaku. Sementara itu, dengan tubuh yang tak setegar dulu, aku harus menghadapi sesuatu yang tak kumengerti, tentang kisah-kisah yang datang silih berganti, tentang hal-hal yang kumiliki sepenuh hati, namun hanya rasa lelah yang aku dapati. Rasa lelah yang tak menemukan kebahagiaan di akhir senja, rasa lelah yang hanya menyabarkan rindu pada masa lalu.

 

Hujan datang mengingatkanku bukan hanya saat lebatnya saja, meski hujan kembali pulang, kisahmu tak kunjung pergi dari ingatan. Ingatan itu menjadi alasan dari air mata yang kusembunyikan dalam rintik hujan, dalam gelap-gelap malam, serta dalam perjalanan yang menemaniku menjauh darimu.

 

Aku memang harus berdiri lagi, mencoba menjelajahi kisah baru yang sudah menungguku. Namun terkadang semua terasa berat. Aku tahu tentang berat saat mengenangmu, namun itu pula bukan menjadi alasan untuk melupakan. Menjadikan masa lalu bukanlah niatku, hanya saja dengan waktu-waktu yang berlalu, dengan senja yang terus tiba, tidak lagi membuatku rindu buta.

Apa kamu pernah terpikirkan perihal kenangan yang selalu muncul saat hujan? Aku masih mengingatnya dengan jelas, entah harus sampai kapan mengingatmu saat hujan yang tak lagi menghangatkan.
Mungkin nanti ketika alam sudah mengetahui bahwa aku telah lepas dari segala apa pun kenangan yang sempat aku perjuangkan, saat itu bayangmu tak lagi tiba, jikalau pun ada aku akan menganggap sebatas kenangan saja.

 

Oleh gendoon

 

 

Kata kata ini saya rangkai berdasarkan request dari mbak Anggi_anggi.

Gendoon Hujan kisah Melupakan

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan