Janji adalah sebuah harga diri

1140 views

Jangan menjadi orang munafik, kalaulah tidak mau menerima sindiran halus. Jangan menjadi pembohong besar kalaulah tidak ingin dicap pengobral janji palsu

Harga diri sebuah penebar janji

Harga diri seseorang penebar janji terletak saat di tepati

 

 

Saat sepi seperti ini, janjimu mengingatkanku. Kamu yang ingin berdua denganku, menghabiskan tiap waktu dengan kebersamaan kita, menunaikan apa-apa yang telah kita impikan bersama. Bagiku, saat kamu berucap perihal janji, itulah masa yang mampu mententramkan hati. Karna, aku memang ingin selalu bersama. Denganmu segalanya kuyakini bukan luka.

 

pada akhirnya kata-kata hanyalah pemanis cinta.

Namun, pada akhirnya aku hanya termakan pembualan kata-kata. Aku tidak bisa mengelak lebih jauh bahwa telah datang luka. Janji-janji yang pernah kau ucapkan hanyalah tabir kepalsuan. Sebuah ungkapan permainan yang tentunya sungguh menyakitkan. Sungguh, itu terlalu sakit. Itu bisa saja membunuhku dalam diam. Bahwa aku yang kecewa berat padamu, aku yang tidak bisa menerima kalau janjimu palsu. Mungkin saja aku akan mati, aku akan sekarat jika bertahan setengah mati, aku akan menjadi orang yang tersiksa janji. Namun, pelan-pelan aku membangunkan mimpiku, aku menyadarkan perihal kita. Bahwa, kau tidak pernah berserius denganku. Itu saja. Rasanya sudah cukup sudah untuk membuatmu mati dikepalaku.

 

Terimakasih, karnamu aku lebih berhati-hati menjatuhkan kasih.

Memang, menerimamu sebagai orang yang palsu itu sulit, adalah hal yang harus kuyakinkan pada hatiku berkali-kali. Sesuatu yang aku doakan agar segera di jauhkan. Dari hidupku yang tak ingin kubuat suram. Aku harus merangkak naik sendiri setelah terjatuh pada kata-katamu, merangkai-rangkai ranting kecil untuk bisa terbebas darimu. Pada akhirnya, khianatmu jugalah yang membuatku semakin dewasa. Yang menghantarkan pada cara untuk berhati-hati perihal cinta. Bahwa, tidak semua seseorang yang kita cintai juga mau menepati semua janji, bahwa sekeras apa pun aku percaya, kalaulah kamu memalsukan kata-kata. Aku bisa apa? Apa yang membuatku bertahan atas kecewa?. Sampai aku kehilangan berpikir jernih dan mati sebab kata-kata?

 

Janji adalah sebiah harga diri

gendoon.com

Entahlah, bagiku kamu adalah seseorang yang tak bertahan untukku, seseorang yang pernah menjemputku dalam kesibukanmu. Seseorang yang begitu hebat di mata, walau kenyataannya adalah halusinasiku tentang kata-kata. Bagimu, mungkin aku hanyalah tempat bermain komedimu, tempat kebohongan yang dengan puas bisa kamu jajaki seberapa dalam, Tempatmu mengolah lidah seberapa tajam, ataupun sebagai taman permainan. Sedangkan, dulu aku begitu memuji hubungan kita, kurelakan sudah dalam hal kepercayaan. Dalam arti lain, aku memang menjadikanmu sebagai angin. Menyejukkan, menghantarkan rindu bukan pada hari-hari tertentu. Melainkan setiap hari kau membuatku percaya. Bahwa perkataanmu adalah sebuah doa. Yang kau alirkan dalam desing angin yang manja. Namun ternyata ada hal yang kulupa. Bahwa angin bisa terbang kemana saja, menemui ataupun meninggalkan seseorang tanpa permisi, yang kini ku tahu adalah kau yang pernah kupercaya sepenuh hati. Angin memang menyejukkan, namun setelah berlalu justru panas yang kudapatkan. Bahwa, hatiku memang panas tak karuan ketika kau tinggalkan.

 

Sudahi semua dan tanggalkan segala luka. Nanti, kau juga yang akan termakan kata-kata. Yang kau katakan akan datang padamu, janjimu lah yang pada akhirnya mengikatmu. Semoga, janji-janji yang tak kamu tepati di hari lalu, datang membunuhmu saat kau tak bisa melupakanku

 

Namun sudahlah, aku tak ingin membahas lebih jauh lagi tentang janji. Kurelakan sudah jika kau tak ingin menepati. Yang kutahu adalah janji itu bagaikan duri. Bisa saja ia akan mendatangimu suatu saat nanti. Ia akan menagih semua ucapanmu tak kala kau ternyata tak bisa melupakanku. Ia akan membawamu tenggalam pada malam. Tanpa pernah kau tahu, janjimu sendiri yang membunuhmu pelan-pelan. Sesuatu hal yang harus kau khawatirkan dari sekarang.

 

Oleh gendoon.

Janji palsu Orang munafik Pembohong besar Sindiran halus

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan