Jangan Hilang dan membuang bahagia

759 views

Sebuah ungkapan yang terinspirasi oleh lagu wali band, adinda

Pelarian cinta

cinta dan pelarian itu berada dijalan yang sama

 

Di mana kamu. Kucari dalam setiap jengkal perasaan namun tak kutemukan. Mengapa kau hilang tanpa pernah mengirim kabar? Apa yang salah pada kita. Seolah kita bukan siapa-siapa, kita hanya sepenggal kisah yang tak mampu berdiri tegak seperti yang selama ini kita impikan. Kalaulah memang kau hanya menjadi orang yang gemar dengan pelarian, mengapa dulu kamu katakan bahwa kau juga ingin bertahan, katamu, bersamaku kamu ingin menyempurnakan. Namun kini semuanya tinggalah kata-kata, aku sepi sebab sendiri. Kau tak menemani.

 

Andai kamu lebih paham denganku, aku akan jauh lebih peka menghadapimu

bukankah selama ini yang kulakukan adalah untuk membahagiakanmu, apa yang tak kau mengerti tentang usaha-usaha yang kuperbuat untuk mempertahankanmu. Di mana letak ketidakmengertianmu atas segala bentuk pemahaman yang coba kutanamkan. Kamu bukan seperti dirimu lagi, kau menjadi liar melangkahkan kaki. Sampai-sampai tubuhku terasa berat tanpa kusadari. Aku memang tidak rela, aku tidak bisa menerima. Bagaimana pun aku ingin kepastian mengapa kau hilang. Bukan seperti ini, kau hanya melangkah saja tanpa tahu bahwa aku berada diujung luka. Aku tertekan dengan semuanya. Luka itu, kepergianmu, kehilangan yang selalu kutemukan dalam bayang. Semua membuatku menjadi orang tersesat, kurasakan dalam hatiku hanyalah berdebat tentangmu.

 

Janjimu, adalah harga dirimu.

Jangan menjadi orang yang tak punya harga diri hanya karna sebuah janji yang tak kau tepati

 

Kau ingat, janji yang ingin untuk selalu denganku. Namun, dimana kamu. Kamu dimana?. Rasanya sudah habis kata-kata dalam doa. Tidak lain hanya karna untuk mendekatkan kita. Sebab, janji yang pernah terucap, selalu kupercaya dapat kau tepati kelak. Aku selalu percaya meski kita pernah sesekali menghadirkan luka. Bahwa, kemana pun kita ingin pergi, semoga kita menemukan bahagia nanti. Namun setelah semuanya tertanam dalam dadaku, kamu justru pergi sendiri menyisakan pilu. Mungkin, aku yang salah sebab terlalu termakan kata-kata. Namun dibalik itu semua, sebenarnya ada banyak hal indah yang ingin kubuat nyata.

 

Jika pun memilih pergi. Pergilah dengan cara baik-baik. Karna sebelumnya kita dipertemukan dengan cara yang baik pula.

Sekarang, aku hanya ingin kamu kembali. Duduk berdua denganku melawan sepi. Aku ingin kamu katakan, sebab mengapa kau memilih hilang. Aku hanya ingin tahu, kenapa kamu memutus paksa diriku. Jelaskan saja apa maumu, katakan apa yang kau inginkan. Aku ingin mendengar saja, namun sangat ingin kita kembali seperti semula. Bagiku, tidak mengapa jikalau kamu terus memaksa untuk hilang, sendiri seperti sebelum kita sama-sama saling kenal. Namun ingat, saat ini mungkin saja aku masih orang yang sama, dengan perasaan sama. Seseorang yang mencintaimu melebihi luka darimu. Suatu saat jika akhirnya aku juga sanggup merelakan, semoga tidak ada lagi perasaan yang datang untuk memaksa kita sekali lagi menyatukan ikatan.

Memang, tidak semua penjelasan dapat di terima. Namun dari penjelasan kita mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya. Jangan sampai kepergianmu meninggalkan jejak yang lebih buruk dari luka.  Yaitu, MENGAPA ?

 

Oleh @gendon93

Adinda Ungkapan inspirasi Wali band

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan