CURHATAN UNTUK MANTAN

270 views

Hai mantan, apa kabar kamu hari ini? Masih hidupkah kamu? Dulu kamu bilang tidak bisa hidup tanpa aku, tapi kenyataannya kamu masih bernafas bukan? Masih berjalan-jalan mencari cinta-cinta yang lain. Mantan, ini aku, salah satu dari sekian manusia yang pernah ada dalam ingatanmu, orang yang pernah mencoba menapaki tangga kehidupan dan menjadi tempatmu dalam hal berkeluh kesah.

Mantan, walaupun hubungan kita akhirnya berakhir, namun aku telah banyak belajar darimu, kini aku lebih paham dan mengerti bagaimana caranya menjaga sebuah hubungan serta mempertahankan apa yang telah menjadi milikmu.
Terimakasih karna kamu pernah menjadi bagian dalam hidup ini, sudah sudi menuliskan sepenggal kisah, terimakasih hadirmu sudah memberikan warna-warna yang tak ternilai harganya.

mantan kekasih

Untukmu Sang Mantan

Jika melihat kebelakang, nampaknya hidup ini tidaklah adil, kenapa? Karna aku yang sudah berjuang dengan bersusah payah, harus rela tersingkir lalu tenggelam diterpa yang namanya persaingan. Aku berfikir apa aku ini tidaklah pantas untuk menggenggam tangan putihmu lalu memasukan sebuah benda kecil dijari mungilmu. CINTA, aku fikir sudah layak untuk dijadikan modal pertama dalam menemanimu dalam keadaan apapun, kenyataannya harus menepi dengan terpaksa dan tak sanggup lagi untuk mengejarmu yang semakin jauh, jauh diatas sana, diatas bukit kemewahan hingga aku hanya dapat melihat tanpa bisa menggapaimu.

Waktu yang terus berlalu tiada henti mulai memudarkan rasaku yang dulu pernah aku jaminkan padamu. Waktu juga mengajari aku bahwa begitu ruginya diri jika masih saja terjebak dimasa lalu, memang masa lalu adalah kenangan tetapi aku sadar bahwa itu bukanlah tempat yang harus aku singgahi, cukup aku kenang saja sebagai pembelajaranku dalam menuju proses kehidupan.

Kenangan tentangmu masih hidup, walaupun engkau menggoreskan luka namun tidak pernah aku melihatmu dengan persepsi buruk, walaupun aku harus menerima kenyataan bahwa aku telah terlupakan, tetap saja kuanggap engkau sebagai orang berharga yang dulu pernah aku perjuangkan.

Kabar terakhir yang aku dengar tentangmu, terasa mengganjal penuh sesak dalam dadaku, aku tersentak mendengar bahwa engkau telah menemukan jodohmu. Aku tak mengerti kenapa kamu tidak mengundangku untuk datang dihari bahagiamu, apa kamu memang sudah benar-benar melupakan aku? Atau memang aku ini hanyalah serpihan masa lalumu yang tak pantas untuk mengucapkan selamat serta berjabat tangan untuk terakhir kalinya padamu? Entahlah, aku tidak tahu.
Namun, hal yang perlu kamu tahu adalah bahwa aku disini masih mengingatmu, aku memberikan do’a dengan penuh ikhlas untuk kebahagianmu selalu berharap bahwa dirimu hidup bahagia dengan orang yang kamu anggap memiliki kelebihan dari pada aku.

Mantan, kurangkai kata ini untukmu, semoga engkau mau meluangkan waktu sejenak untuk membaca tulisanku ini. Kamu tidak perlu merasa bersalah atau apapun itu, aku hanya ingin meluahkan perasaan yang terpendam begitu lama perasaan yang sudah tidak bisa lagi aku simpan.
MANTAN.

Cinta Curhat Gendoon Mantan masa lalu

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan