Berdamai Dengan Masa Lalu

217 views

Berdamai dengan Masa Lalu

Berdamai dengan masa lalu

Membiarkan kenangan masa lalu barangkali adalah hal yang bisa menjadikan kita lebih baik, lebih mengerti akan waktu yang terbuang percuma atau sia-sia belaka. Kau tak akan bisa kembali kepangkuan itu, sekeras apa pun kau ingin pulang, tetap saja rasanya akan berbeda, tidak seperti yang pernah kau kenal, kau akan merasa asing. Inilah yang aku takutkan ketika mengenalmu lagi, menyibak apa-apa yang dulu telah gagal kita dekatkan, menggali lagi luka-luka yang tertancap begitu dalam. Namun, sebagai manusia pada umumnya, terkadang aku tak mampu membuang arus demi arus yang membawamu pulang.

Aku memang selalu ingin mengingatmu, barangkali inilah mengapa aku tak pernah lepas dari bayangan hitam nan kelam itu. Sebuah gambaran akan seriusnya goresan yang begitu melemahkan dan menyedihkan. Tidak mengapa, bagiku semua yang terjadi memang hanya sekedar masa lalu saja. Aku hanya sedang berkunjung menjenguk ingatan-ingatan tentang kita. Meski dalam beberapa kesempatan justru mendatangkan luka. Aku menyadari, aku paham bahwa yang sudah pergi selayaknya tidak perlu diajak kembali. Buat apa bersikeras menggenggam?, toh kenyataannya tidak menyenangkan. Kau lupa akan kata-kata, kau dusta dengan lidah yang berbalut manja.

Sejujurnya, aku pernah meyakinkan hatiku untuk kembali kepadamu, mengajakmu pulang memeluk kenangan. Namun, semakin aku menguatkan niat itu, selalu saja salinan masa lalu mengambil impianku. Yah, kau pasti paham, masa lalu yang suram adalah hal yang sangat-sangat sulit dilupakan, jika dibandingkan dengan tawa kita bersama, itu tidak mungkin menutupi pisau-pisau tajam penyebab luka. Mengapa yang buruk selalu mudah untuk di kenang?, inilah yang sering kubicarakan kepada diriku sendiri, padahal ingatan kita tidak semuanya tentang keburukan bukan?, ingatan itu tidak serta merta menjadi duri-duri dalam kepalaku. Namun entah mengapa, sejak berakhir sedih denganmu, salahmu selalu mengisi dan berputar di kepalaku.

Sekarang, aku tak pernah Yakin pada diriku sendiri. Soal kembali denganmu. Aku masihlah seseorang yang merasa patah dan kalah. Seseorang yang tak mampu membuat perasaan menjadi hal yang begitu menyenangkan. Dalam beberapa waktu, aku pernah membuka perasaan untukmu, mencintai kamu lebih dalam lagi, menguatkan perasaan untuk tak lelah bertahan. Namun, semua tak pernah pulang dengan kenyamanan. Semua luka-luka tak pernah layu bahkan selalu tumbuh setiap kali ingin bertemu denganmu. Pada akhirnya aku menyadari, barangkali pulang bukanlah hal terbaik yang harus kulakukan seorang diri, aku dihantui kecemasan-kecemasan yang memasung diperasaan paling dalam. Bagaimana jika semua luka itu datang lagi, bagaimana jika kelak kau melakukan hal yang sama?, membunuh segala rasa di dada.

 

Maaf, ini adalah kata yang mampu aku berikan kepadamu, sebuah permohonan dari seseorang yang terlalu angkuh mengabaikanmu, yang barangkali juga mengalirkan sedih-sedih untuk harimu. Aku tidak bermaksud untuk berbalas dendam, hanya saja aku tak pernah mampu meyakinkan diri untuk pulang. Mendatangi dan memulai perasaan yang sudah kandas adalah hal yang berada diluar batas kemampuanku. Sebab itu, carilah hati yang lain, yang mampu bertahan dengan segala luka-luka jika kau tak lagi merasa ingin. . Sebab aku hanyalah manusia yang mampu bertahan sekali saja, kemudian mengatur langkah mundur untuk hilang dari pandangan mata. Kau akan tetap kukenang sebagai seseorang yang menyenangkan, meski kita telah gagal berbahagia dengan ikatan.

Oleh gendon.

Kunjungi juga fanspage/halaman facebook kami di @gendon93

Kenangan masa lalu Memeluk kenangan

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan